PEMANDANGAN DIENG
PEMANDANGAN
DIENG memang sangat menakjubkan..
anda bisa lihat pemandangan yg sangat eksotis disana..ketenangan,kesejukan,ketentraman bisa langsung kita lihat dsana..bahkan tidak haya itu saja,di DIENG ada sesuatu yang sangat unik yaitu ANAK GIMBAL..terbayang kan.
anda bisa lihat pemandangan yg sangat eksotis disana..ketenangan,kesejukan,ketentraman bisa langsung kita lihat dsana..bahkan tidak haya itu saja,di DIENG ada sesuatu yang sangat unik yaitu ANAK GIMBAL..terbayang kan.
bagi
orang dieng mempunyai anak berambut gimbal itu sudah biasa,tapi buat
saya itu unik..saya akan menceritakan seorang anak DIENG yang bernama
MUHAMMAD ALFARIZI MASAID(10),MEMILIKI RAMBUT GIMBAL SEJENIS PARI KECIL
SEPERTI PADI. Sejak usia 2 tahun,rambut gimbalnya sudah mulai tumbuh
hingga kini dia berusia 10 tahun. Rizi merupakan maskot dari anak gimbal
yang ada di DIENG berjenis kelamin laki-laki. Tidak hanya itu saja yang
menarik,tetapi saat upacara pemotongan rambut,ada ritual doa di
beberapa tempat agar upacara berjalan dengan lancar. Tempat tersebuat
yaitu: Candi Dwarati.komplek Candi Arjuna,Sendang Maerokoco,Candi Gatot
Kaca,Telaga Balai Kambang,Candi Bima,Kawah Si Kidang,Komplek Pertapaan Mandalsari (gua di telaga warna),Kali Pepek,dan tempat pemakaman Dieng.
Rambut gimbal Al Farizi, mulai tumbuh saat usianya mulai menginjak dua
tahun. Waktu itu, ia sedang berlibur ke tempat neneknya di Kabupaten
Batang. Malam saat tumbuh rambut gimbal, Al Farizi mendadak demam
tinggi. Tubuhnya kejang-kejang. Dari mulutnya keluar igauan tak jelas.Semalam suntuk Al Farizi mengigau, paginya tumbuh satu untai rambut gimbalnya. Merasa tak suka, neneknya menyisir rambut cucunya itu. Anehnya, Al Farizi justru demam lagi setelah rambutnya disisir.
Said sadar, apa yang terjadi pada anaknya itu merupakan fenomena yang normal terjadi pada anak-anak di dataran tinggi Dieng. Sejak saat itu, ia tak pernah lagi mencoba mengurai rambut gimbal anaknya.
Proses menjadi anak gimbal utuh membutuhkan waktu lama. Setidaknya, setiap untai gimbal membutuhkan waktu satu bulan. “Setiap tumbuh satu gimbal pasti demam dan kejang-kejang lagi,” kata Said.
Al Farizi mengaku setiap hari pergi keramas. Meski keramas, rambutnya tak pernah bisa disisir hingga lurus. Gimbalnya tetap dengan bentuk semula.
nah
kita sebagai anak bangsa harus menjaga wilayah INDONESIA,kita harus
bangga menjadi anak bangsa dengan segala kekayaan indonesia yang
diberikan oleh YANG MAHA KUASA..
AYO MAJULAH ANAK BANGSA..hindari tawuran,hiduplah sehat,tingkatkan belajar,kreativitas!!!!!
LET THE CHILDREN OF THE NATION.. di 19.48
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
